Maret 03, 2016

Seratus delapan puluh derajat

Bagaimana mungkin kamu tak heran?
Melihat semua perubahan sikapku
Yang bahkan sembunyiku pun terlalu sungkan
Tak ingin padamu menjadi kaku

Bahkan menyerah kendati kecewa
Meluangkan waktu namun percuma
Yang kubutuh hanyalah tanda
Namun tak mungkinkah diantara kita?

Kembali ku hanya melihat potret
Senyum manis yang seakan tak ingin dilupakan
Ironis, engkaulah yang lupa padaku
Kehadiranku di sisimu, yang terasa jauh di belahan bumi yang berbeda

Seratus delapan puluh derajat
Aku mencoba untuk berubah
Seratus delapan puluh derajat
Aku memilih untuk kembali

0 komentar:

Posting Komentar